Berandanesia
Thursday, 29 October 2026

Halaman

© 2026 FarThemes Gemini. All rights reserved.
Banner Atas Mobile
Banner Utama
DKI Jakarta

Jelang 500 Tahun Jakarta, Pramono Dorong Anak Muda Terlibat

admin 2 days ago 11 Views

Jakarta, Berandanesia — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak generasi muda aktif merawat ibu kota. Ajakan ini bertujuan mewujudkan Jakarta yang lebih baik, inklusif, dan berkelanjutan.

Menurut Pramono, anak muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan Jakarta. Terlebih, ibu kota akan memperingati 500 tahun pada 22 Juni 2027. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Workshop Aspirasi Orang Muda Jakarta – Kawula17 Goes to School Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Senin (26/10).

Pramono menilai generasi muda perlu mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin masa depan. Mereka juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan kota.

“Sebagai calon-calon pemimpin bangsa ke depan, kalian semua yang bertanggung jawab untuk merawat, menjaga, dan saya yakin dalam kepemimpinan anak-anak muda seperti Angelika dan kalian semua, pasti Jakarta di tangan yang lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diikuti 120 pelajar dari 15 SMA/SMK sederajat di DKI Jakarta. Para peserta menyampaikan aspirasi mengenai berbagai persoalan perkotaan. Salah satu isu yang dibahas adalah lingkungan. Pramono berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi para pelajar. Manfaat tersebut mencakup pengembangan diri dan dorongan untuk menciptakan perubahan positif. Perubahan itu diharapkan dimulai dari lingkungan sekolah hingga masyarakat. Ia juga berharap para peserta kelak berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Anak Muda Diajak Peduli Lingkungan Jakarta

Co-Founder sekaligus Program Manager Kawula17, Maria Angelica Christy, menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam membangun Jakarta yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.

Menurut Maria, persoalan lingkungan harus menjadi perhatian bersama karena keputusan yang diambil saat ini akan berdampak terhadap kehidupan generasi mendatang. Kondisi air, udara, ruang hijau, dan pengelolaan energi menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam pembangunan kota.

“Artinya, kondisi air, udara, ruang hijau, dan energi yang kita putuskan hari ini akan menentukan kualitas hidup kami puluhan tahun mendatang. Dengan kata lain, persoalan lingkungan Jakarta adalah persoalan orang muda Jakarta,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keterlibatan anak muda tidak cukup hanya melalui partisipasi dalam kegiatan formal. Aspirasi mereka juga perlu menjadi bagian dari pembahasan mengenai kebijakan dan pembangunan kota, terutama yang berkaitan dengan lingkungan dan keberlanjutan.

Melalui forum seperti Kawula17 Goes to School, pelajar mendapat ruang untuk menyampaikan pandangan mengenai persoalan yang mereka hadapi sekaligus membangun kesadaran tentang peran mereka dalam kehidupan bermasyarakat.

Partisipasi Pemuda Menuju Lima Abad Jakarta

Maria juga mengaitkan keterlibatan generasi muda dengan semangat Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober. Menurutnya, keberanian anak muda dalam menyuarakan persoalan kota merupakan bagian dari kontribusi mereka untuk menentukan arah pembangunan Jakarta.

Ia menilai pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan membutuhkan kesediaan semua pihak untuk mendengarkan, termasuk memberi ruang aspirasi generasi muda.

“Kami meyakini DKI Jakarta yang inklusif, aman, dan berkelanjutan khususnya tumbuh dari kesediaan untuk saling mendengarkan, khususnya dari suara orang muda. Dengan demikian, perjalanan menuju lima abad Jakarta dapat ditempuh bersama seluruh warganya, terutama orang muda,” pungkasnya.

Peringatan 500 tahun Jakarta pada 22 Juni 2027 jadi momentum untuk melihat perjalanan ibu kota sekaligus mempersiapkan pembangunan kota pada masa mendatang. Dalam proses tersebut, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu aspek penting agar aspirasi warga, termasuk pelajar, dapat ikut mewarnai arah pembangunan.

Melalui kolaborasi dengan komunitas, dan masyarakat, Jakarta diharapkan dapat berkembang menjadi kota yang lebih inklusif, aman, serta mampu menjaga kualitas lingkungan bagi generasi sekarang dan mendatang. (via Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta)

Ditulis Oleh

admin

Belum Ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib diisi tanda *

Banner Footer